Profil & Prestasi Dirut Perumnas, Himawan Arief Sugoto

No Comments
Perumnas adalah perusahaan milik negara yang memiliki peran sebagai penyedia hunian untuk masyarakat dengan penghasilan yang berada di taraf menengah ke bawah. Sekarang ini, di bawah kepemimpinan dari Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama dari Perumnas, semua itu bisa dicapai meski tak mudah. Beliau menerangkan bahwa ada banyak sekali halangan yang harus dihadapi oleh Perumnas ketika masa jayanya sudah berlalu, dan cara beliau membangunnya lagi.

Era Baru Perumnas Dibawah Himawan Arief Sugoto

Menurut lulusan dari Institut Teknologi Bandung ini, rumah tak lagi menjadi sesuatu yang dianggap sebagai kebutuhan pokok. Sebaliknya, rumah dianggap sebagai komoditi komersial, yang otomatis membuat harganya meroket dengan tajam. Dimulai dari harga tanah, kemudian infrastrukturnya, konstruksi, dan faktor-faktor lainnya, semua memakai hitungan komersial. Maka tak mengherankan jika kemudian timbul halangan bagi Perumnas.

Himawan Arief Sugoto - Perumnas

Sekarang ini Himawan Arief Sugoto sudah berhasil membawa Perumnas menuju era baru yang membuatnya mampu menyediakan hunian secara konsisten bagi orang yang membutuhkannya. Namun perjalanan menuju tempat ini tak mudah. Himawan sendiri mengemukakan bahwa ada beberapa masalah yang menyebabkan Perumnas terhalang seperti:

·         Perubahan aturan yang membuat Perumnas dianggap sebagai pengembang biasa, dan bukan penyedia rumah subsidi dari pemerintah. Himawan kemudian berusaha agar Perumnas bisa dikembalikan ke posisi semula sehingga mampu melindungi lahan properti agar tak naik harganya.
·         Kurangnya lahan milik Perumnas, kalah dari pengembang swasta. Maka dari itu, Perumnas pun mengusahakan untuk memaksimalkan lahan yang dimiliki, dengan memanfaatkan kawasan di pinggir stasiun, lahan milik BUMN, maupun lahan di pasar tradisional yang bisa ditransformasikan menjadi pasar lebih modern, dengan hunian bagi warga di dekatnya.
·         Terlalu sempitnya kota juga mengharuskan Perumnas untuk membangun tower yang lengkap dengan berbagai fasilitas, demi memanfaatkan lahan yang ada dengan maksimal.


Saat ini Perumnas sudah bisa dibilang kembali on track seperti tujuan pembentukannya semula. Semua itu berkat kerja keras dari Himawan Arief Sugoto dan juga orang-orang yang membantunya di Perumnas, sehingga Perumnas bisa melebarkan sayapnya dan bekerja sama dengan pemerintah lagi untuk mengatasi masalah tentang kurangnya properti layak bagi masyarakat yang berada di kalangan bawah. 

Solusi Himawan Arief Sugoto Mengatasi Lahan Minim 

Perumnas adalah BUMN yang memiliki fungsi untuk bergerak di sektor properti atau perumahan. Perumnas merupakan jalan bagi pemerintah untuk bisa menyediakan rumah-rumah yang layak huni dan juga terjangkau harganya bagi para masyarakat di Indonesia. Namun Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama dari Perumnas mengatakan bahwa Perumnas harus menghadapi tantangan yang tak bisa dibilang mudah, apalagi bagi badan yang memiliki fungsi utama di bidang properti.

Himawan Arief Sugoto Mengatasi Keterbatasan Lahan

Tantangan tersebut adalah persoalan banyaknya lahan yang dimilikinya. Anda tentunya sudah bisa membayangkan bahwa jika Perumnas hendak membangun rumah-rumah yang terjangkau bagi orang-orang banyak, maka hal paling penting yang diperlukan adalah adanya lahan yang cukup. Namun seperti yang pernah disebutkan oleh Himawan Arief Sugoto, Perumnas mendapatkan halangan dalam bidang ini, lantaran terbatasnya jumlah tanah yang dimilikinya.

Meskipun demikian, ini tidak membuat Himawan menjadi patah arang. Di bawah kepemimpinannya, Perumnas pun berusaha untuk kompensasi kurangnya lahan mentah yang dimiliki Perumnas dengan cara berikut ini :

- Hal paling utama yang akan dilakukan adalah memanfaatkan lahan tidur yang dimiliki oleh pemerintah setempat yang berupa BUMD, yang luasnya bisa mencapai ribuan hektar, dan belum dimanfaatkan untuk keperluan apa pun.


- Selain itu, Perumnas juga bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia sehingga lahan-lahan tidur yang ada di dekat rel kereta bisa dimanfaatkan untuk kawasan perumahan murah.

- Rencana lain adalah mengembangkan konsep Transit Oriented Development, di mana rumah-rumah penduduk akan dibangun dekat dengan jalur transportasi (contohnya terminal, jalan tol, dan stasiun, yang notabene memiliki banyak lahan tidur), sehingga masyarakat yang tinggal bisa dengan mudah menikmati transportasi.

- Perumnas juga menyusun pembangunan soal Rumah Susun, yang lebih menghemat tempat sekaligus memiliki kemampuan menampung lebih banyak orang.

Inilah rencana yang telah dicanangkan oleh Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto, dalam mengatasi sangat minimnya lahan yang dimiliki oleh Perumnas sendiri. Di kemudian hari, Himawan mengungkapkan bahwa Perumnas bisa jadi akan bekerja sama dengan pengembang swasta untuk membentuk hunian baru. Tapi sekarang ini yang menjadi fokus adalah pembangunan rumah murah bagi kalangan masyarakat bawah.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar