Tahap perkembangan anak merupakan hal krusial yang mana sewajarnya diikuti pula oleh kemunculan kemampuan-kemampuan baru yang wajib dimiliki jika sudah mencapai usia tertentu. Terutama pada perkembangan anak 1 tahun tentu sayang untuk dilewatkan oleh orang tua.

Ada beberapa kemampuan anak yang secara alami terlihat makin jelas, misalnya insting mereka untuk bermain, mempelajari hal-hal baru di sekitar dirinya, mengucapkan sesuatu, dan melakukan tindakan-tindakan tertentu selayaknya rasa keingintahuan mereka meningkat ketika menginjak usia setahun. Perkembangan anak 1 tahun lainnya terkait emosi, kemampuan berkomunikasi, bergerak, mental, dan kognitif tentu saja berbeda dengan anak yang berusia di bawahnya. Hal ini memerlukan perhatian dari orang tua agar perkembangan anak berjalan semestinya.tumbuh kembang anak 1 tahun



bentuk-bentuk keisengan pada perkembangan anak 1 tahun - alodokter

Kemampuan yang Kini Dimiliki Anak Usia 1 Tahun
Pada usia 12 bulan, bayi kemungkinan akan segera bisa berjalan secara bertahap. Bahkan sebagian bayi sudah bisa berjalan saat berusia satu tahun. Kekuatan tulangnya yang telah mampu menopang tubuh menjadikan anak usia setahun lebih banyak bergerak. Dia juga lebih sering berceloteh, dan kemungkinan akan lebih berisik daripada sebelumnya.
Selain aktivitasnya yang meningkat, perkembangan anak 1 tahun juga ditandai dengan kemampuan merespons ucapan orang dewasa. Di usianya tersebut, anak akan lebih mudah diajak berkomunikasi dua arah, misalnya sudah mulai bisa menunjuk benda yang kita ucapkan. Selain itu, anak usia satu tahun sudah bisa diajari sopan santun, seperti mengucapkan terima kasih dan tolong.

Perilaku mereka juga akan lebih mudah diarahkan oleh orang tua atau pengasuh. Anak-anak seusia ini akan lebih mudah dibujuk, misalnya untuk membantu orang tua atau pengasuh merapikan mainan. Tapi orang tua jangan kaget bahwa saat ini anak memiliki perkembangan watak yang lebih impulsif, seperti suka memberantakkan mainan.

Bentuk kenakalan lainnya dari anak adalah melempar, mendorong, dan memukul-mukul benda yang ada di dekatnya. Mereka juga dengan senang hati membuka lemari hanya untuk mengeluarkan semua benda di dalamnya untuk kemudian dijadikan mainan. Bahkan, membentur-benturkan benda-benda yang ada di dekatnya, seperti panci dan wajan, akan menjadi kebiasaannya yang baru. Pada masa ini, tumbuh kesenangan di dalam diri mereka saat mendengarkan suara keras.

Perkembangan Anak secara Emosional
Jika pada satu sisi bisa disimpulkan bahwa permainan yang mereka senangi kini terkesan lebih gaduh dibandingkan sebelumnya, namun ada beberapa perkembangan emosional yang turut muncul pada diri anak usia satu tahun, yaitu:
Menangis saat ditinggal ayah atau ibu.
Merasa gugup atau malu saat bertemu orang yang baru dikenal atau dilihatnya.
Punya kedekatan tertentu pada seseorang.
Mulai menunjukkan mainan kesukaan atau tindakan sama yang sering dilakukan.
Untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang sekitar, mereka biasanya akan mengulang tindakan atau suara tertentu.
Dalam menghadapi situasi tertentu, anak usia 1 tahun akan menunjukkan rasa takut.
Sudah pandai saat diajak bermain cilukba.
Bersedia mengulurkan tangan atau kaki saat dipakaikan baju dan celana.
Melihat perkembangan anak 1 tahun mungkin akan menimbulkan rasa frustrasi mengingat tingkah mereka yang kini sering membuat rumah berantakan. Selain itu, orang tua juga kadang-kadang merasa khawatir meninggalkan anak usia 1 tahun karena sering menangis saat ditinggal bekerja. Namun tenang saja, justru nikmatilah yang sedang terjadi. Yakinlah bahwa suatu hari nanti, momen ini akan terkenang dan orang tua akan merindukannya sebagai saat-saat yang berharga.
Read More
Faktor genetik tentu sangat penting bagi anak. Mulai dari bentuk tubuh, wajah hingga kecerdasan ternyata diturunkan dari orangtua. Banyak orangtua yang menebak-nebak dari mana gen diturunkan? Misalnya wajahnya mirip Mama atau Papa? Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan anak menurun dari ibu.


Penelitian yang diterbitkan dalam Psychology Spot mengungkapkan bahwa seseorang dilahirkan dengan gen yang berbeda-beda. Artinya, tiap orang menurunkan faktor yang berbeda-beda dari ayah dan ibu. Bisa saja wajah menurun dari ayah atau postur tubuh menurun dari ibu. Namun, khusus gen kecerdasan memang biasanya menurun dari ibu.kecerdasan anak



Ternyata, kepercayaan atau mitos yang dipercaya orang soal kecerdasan anak ini benar-benar terjadi. Gen kecerdasan erada di kromosom X. Wanita sendiri membawa dua gen kromosom X. Artinya, anak akan lebih mungkin mendapatkan kecerdasan mereka dari ibu. Seorang anak akan mendapatkan kecerdasan hingga 2 kali lipat dari ibu dibandingkan dengan ayah.


Bahkan menurut beberapa penelitian, ayah memang kurang menurunkan kecerdasan anak. Bila Papa tidak memiliki gen kecerdasan sekalipun, hal ini tidak akan merusak otak anak. Jadi, tak perlu khawatir jika gen kecerdasan dari ayah dirasa kurang. Menurut laporan dari Psychology Spot, gen yang serupa tidak akan aktif jika diturunkan dari pihak ayah.


Kondisi kecerdasan anak menurun dari ibu juga semakin dipertegas oleh penelitian oleh Medical Research Social Council. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat mewawancarai 12.686 orang berusia 14 hingga 22 tahun. Penelitian ini melihat pada IQ, pendidikan anak serta status sosial ekonomi. Faktor penentu terbaik dari kecerdasan tentu saja adalah IQ dari ibu mereka.
Read More
Kecerdasan anak memang diturunkan dari orangtuanya, namun apakah benar bahwa hal tersebut terutama diturunkan dari ibu? Bagaimana dengan ayah? Di Cina, banyak yang merenungkan jawaban dari pertanyaan tersebut setelah munculnya sebuah artikel di Sina Weibo. Artikel itu menyatakan bahwa genetik seorang ibu memiliki sebanyak tiga kali lipat pengaruh dalam menentukan kecerdasan anak dibandingkan dengan seorang ayah. kepintaran anak

Artikel tersebut mengatakan, “Untuk mengetahui apakah seorang anak akan menjadi cerdas atau tidak, yang diperlukan hanya dengan melihat ke ibunya. Untuk pria yang menganggap dirinya tidak cerdas, penting bagi mereka untuk menemukan seorang istri yang cerdas.” Namun apakah hal tersebut benar adanya? Mari kita lihat jawabannya berikut ini!



Kaitan antara kromosom X dan kecerdasan

Penjelasan yang diberikan pada artikel di atas adalah bahwa gen yang menentukan kecerdasan terletak di kromosom X (kromosom pembawa genetik perempuan). Namun, ia tidak mengutip studi ilmiah manapun untuk memberikan sumber apapun untuk setiap pernyataan.

Menurut Satoshi Kanazawa pada artikelnya, kecerdasan umum dikenal sangat diwariskan, dan gen yang mempengaruhi kecerdasan umum diperkirakan pada kromosom X. Itu berarti bahwa anak laki-laki mewarisi kecerdasan umum mereka dari sang ibu saja, sedangkan anak perempuan mewarisi kecerdasan umum mereka dari ibu dan ayah mereka. Jadi, seharusnya wanita dapat lebih mempengaruhi kecerdasan umum dari generasi masa depan yang lebih tinggi daripada pria.

Menurut artikel pada PubMed Central (PMC) tahun 1991, bahwa jika ada gen yang secara langsung menentukan sifat kecerdasan anak, maka salah satunya akan berekspektasi bahwa mutasi gen tersebut dapat menghasilkan fenotipe yang memperlihatkan efek hanya pada kecerdasan, dan mungkin juga dengan efek sekunder pada perilaku dan kepribadian. Jika demikian, seharusnya tidak akan ada perubahan somatik, tidak ada kelainan metabolik yang dapat dikenali, tidak ada tanda-tanda neurologis lain, dan tidak ada perkembangan kecerdasan melalui usia.

Si Dayong, seorang dosen evolusi di Jilin University, menolak pernyataan secara langsung yang dibuat di artikel Weibo. “Keturunan dari jenis seks tertentu tidak ada hubungannya dengan kromosom X dan Y, namun semacam keturunan epigenetik (sifat-sifat yang tidak disebabkan oleh perubahan dalam urutan DNA, tapi disebabkan oleh perubahan dalam ekspresi gen),” sahutnya. “Saya belum menemukan sifat tertentu yang dapat diturunkan lebih banyak dari seorang ibu atau ayah.”

Penelitian mengenai kecerdasan yang diturunkan

Sebuah studi yang terdapat pada jurnal akademik Behavior Science tahun 1982 melihat korelasi antara orangtua dan anak, untuk memperhatikan IQ bahwa korelasi antara kecerdasan ibu dan anak sedikit lebih tinggi di 0,464 dibandingkan dengan seorang ayah dan anak di 0,423.

“Saya tidak berpikir bahwa sedikit perbedaan ini bisa dianggap signifikan secara statistik,” kata Si. “Selain itu, warisan genetik merupakan sesuatu yang acak dan rumit, di luar imajinasi manusia.”

Meskipun telah lama diyakini bahwa faktor keturunan memainkan peran dalam kecerdasan anak, namun studi baru menunjukkan bahwa ia kurang memiliki peran dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sebuah studi pada tahun 2013 yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Queensland menganalisis DNA dan hasil tes IQ lebih dari 18.000 anak dari Australia, Belanda, Inggris, dan Amerika. Hasilnya adalah mereka menemukan bahwa faktor keturunan menyumbang 20-40 persen dari variasi IQ anak-anak, yang ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan oleh penelitian sebelumnya.

Peneliti-peneliti selanjutnya menyimpulkan bahwa tidak ada varian gen tunggal yang dapat dengan kuat memprediksi kecerdasan anak, dan bahwa kecerdasan diwariskan secara genetik adalah efek kumulatif dari banyak gen yang berbeda.

Zhao Bowen, seorang peneliti di Shenzhen Huada Gene Research Institute, menguraikan temuan dalam sebuah artikel di knowgene.com tahun 2014.

“Saat ini, tidak ada situs DNA yang langsung memutuskan bahwa kecerdasan manusia telah ditemukan,” katanya. “Pengaruh genetik orangtua pada kecerdasan anak bisa lebih dan bahkan bisa kurang. Dan kecerdasan anak cenderung memiliki kurva distribusi normal, dengan kecerdasan rata-rata dari kedua orangtua sebagai median.”

Read More
Cara Mendidik Anak yang Baik dan Pintar

Anda ingin anak laki-lakinya menjadi pintar?. Silahkan baca cara dan tips mendidik anak agar pintar disini. Tentunya setiap orang tua ingin agar anak laki-lakinya menjadi pintar dan mereka ingin agar anak-anak mereka menjadi lebih mandiri. Saya punya seorang anak laki-laki yang sangat ganteng mirip dengan ayahnya hehe. Anak laki-laki saya tersebut bernama Axel Junio Emri. Ia bisa dibilang anak yang cukup pintar dan kreatif. Saya sangat bangga dengan kreatifitasnya dalam berolahraga dan saya sangat senang ketika gurunya memujinya. “Axel sangat pintar pak, padahal dia jarang mendengarkan gurunya menjelaskan pelajaran”. “Anak bapak punya daya tangkap yang sangat tinggi”. Ya saya sangat senang ketika mendapatkan kabar seperti itu. Dalam olahraga, anak saya juga cukup cepat mempraktekkan apa yang diajarkan, baik olahraga sepabola, bulu tangkis karate dan lain-lainnya.

Sebenarnya tidak banyak yang saya lakukan agar anak saya menjadi pintar. Hanya beberapa hal sederhana saja kok. Tips-tips yang saya tulis disini adalah apa yang diajarkan oleh orang tua saya kepada saya dan tips-tips disini juga berdasarkan arahan dari istri saya hehe.

Mau tau caranya?, Yuk silahkan baca artikel ini sampai selesai ya. Jangan lupa juga prakekkan apa yang saya tulis di blog sederhana saya ini klik disini



Tips Agar Anak Menjadi Pintar
tips mendidik anak

Untuk membuat anak pintar dan menjadi kebanggaan orang tuanya, anda harus memperhatikan berbagai hal-hal kecil yang mungkin anda lupakan. Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan ketika mendidik anak agar anak menjadi pintar…di antaranya…

– Berikan waktu luang untuk anak anda

Biasanya orang tua sering kali sibuk bekerja dan ketika anak mereka ingin diperhatikan, maka kebanyakan dari orang tua akan menyuruh anak mereka untuk tidak mengganggu mereka. Nah ini adalah salah satu kesalahan. Memang benar anda sangat lelah atau cape setelah bekerja, tapi hal ini akan membuat anak anda kurang perhatian dan kurang perhatian tersebut akan membuat anak anda menjadi anak yang kurang kreatif. Share saja, istri saya sering kali mengajak anak-anak saya bercerita, baik cerita pengalaman sehari-harinya ataupun cerita fiktif. Anak saya sangat senang dengan cerita-cerita tersebut. Dan istri saya pun cukup cerdas memasukkan pelajaran-pelajaran berharga pada cerita-cerita yang ia sampaikan ke anak saya. Dengan cerita-cerita tersebut, imajinasi anak saya menjadi lebih terlatih. Ini tentu saja cukup baik untuk perkembangan otak mereka bukan.

– Berikan anak-anak anda tantangan

Ya, saya dan istri sering kali memberikan anak-anak kami sebuah tantangan. Misalnya nih anak saya ingin membeli mainan baru. Maka ada tantangan yang harus mereka selesaikan. Tantangannya jangan yang berat-berat, cukup berikan saja mereka tantangan melakukan apa yang sering mereka lakukan. Contohnya “Jika ngajinya tamat, maka akan dibelikan mainan anu”, “jika bisa menjawab soal yang ada di buku tugasnya, maka akan mendapatkan anu”. Apakah tantangan ini akan membuat anak menjadi lebih “komsumtif” alias banyak maunya?. Ga juga, itukan tergantung dari didikan anda juga nantinya hehe. Yang pastinya, dengan tantangan-tantangan seperti ini mereka akan berusaha memacu kemampuan yang ada di dalam diri mereka.

– Jangan biarkan anak anda belajar terlalu keras

Belajar terlalu giat atau belajar terlalu keras akan membuat otak anak lebih mudah tumpul nantinya kalau dah besar. Anehkan kalau kecilnya super pintar, eh pas gedenya malah oon ga karuan haha. Nah lebih baik jangan paksakan anak untuk terlalu giat belajar. Biarkan saja mereka belajar sesuai kemauan mereka dan biarkan mereka belajar sambil bermain menikmati atau melakukan apa yang mereka suka.

– Berikan contoh baik kepada anak anda

Nah ini nih, pernah ga kira-kira anda memberikan contoh baik kepada anak anda. Misalnya anda ingin anak anda hafal atau jago matematika. Apakah anda sudah jago matematikan?…




Read More
Cara Mendidik Anak Usia Dini di Rumah

Mendidik adalah cara untuk mengajak dan memotivasi anak anda dalam menciptakan lingkungan yang positif ,sehingga mengenali pengetahuan baru yang dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari. Mendidik anak adalah hal yang utama dalam memberikan pengenalan norma dan wawasan sehingga membentuk pribadi, sikap mental dan akhlak yang lebih baik. Banyak yang  salah mengartikan bahwa dengan memasukan anak anda ke sekolah, seperti pendidikan anak usia dini sudah memberikan cara mendidik anak terbaik padahal waktu anak untuk berinteraksi yang lama adalah bersama lingkungan dan keluarga. Bagi anda mendidik anak di rumah merupakan hal yang terpenting, mengingat pada usia anak-anak dikategorikan periode emas dimana kemampuan dan kebiasaannya akan menjadi dasar kehidupan di lingkungannya.

Berikut adalah beberapa cara mendidik anak di rumah :

1.   Mendidik untuk mandiri di usia dini

Sikap mendiri dapat anda tumbuhkan semenjak anak anda berusia dini. Berhentilah untuk melindungi anak anda, ketika fase anak anda bersosialisasi dengan teman sebayanya anda memberikan pengawasan saja tanpa mengekang atau melindungi kesalahan yang dia perbuat, tumbuhkan kebiasaan untuk dapat mengenali benda-benda miliknya untuk menjaga dan merapikan seusai bermain. Ketika memasuki masa sekolah berikan uang jajan dan usahakan untuk memberikan arahan dalam menggunakan uang jajannya seperti menyisihkan untuk menabung.klik disini



2.   Mendidik untuk mempunyai rasa ingin tahu yang positif

Keingintahuan di usia kanak-kanak memang tinggi beberapa benda atau peristiwa yang baru ingin dia ketahui ,sehingga untuk anda dapat belajar memberikan arahan dalam menemukan jawaban pertanyaanya dengan menghubungkan aktivitas sehari-hari yang mudah dia pahami. Apabila pertanyaan anak anda memasuki penjelasan yang membingungkan beri tahu intinya saja dengan beberapa kata untuk memudahkan pemahamannya dan arahkan penjelasan ke hal positif.

3.   Mendidik untuk berpendapat


Biarkan anak anda untuk berpendapat. Sebuah keterampilan hidup yang penting adalah kemampuan untuk melibatkan orang dari segala usia dalam percakapan. Memberikan kesempatan anak anda untuk berpendapat membuat rasa percaya dirinya tumbuh meskipun pada umunya anda sering kali mengabaikan karena menganggap bahwa pendapat anda selalu benar. Redam rasa egois  anda untuk memberikan teladan yang baik dalam mendengar pendapat orang. Sehingga saling menghargai bisa ditanamkan pada usia anak anda.

4.   Mendidik anak untuk hidup sederhana

Banyak fakta yang menunjukan bahwa anak yang sukses dahulunya berada di keluarga yang sederhana. Hal ini dikarenakan kesederhanaan yang anak-anak alami menjadi salah satu gaya kehidupanya. Memberikan penderitaan artifical bukan berarti anak anda harus menderita akan tetapi anak anda dikondisikan serba terbatas dalam menginginkan sesuatu sehingga memicu anak anda untuk bekerja keras, disiplin, menolong sesama dan peduli dengan lingkungannya. Ketika anak anda mengingankan mainananya anda dapat memberikan beberapa tantangan seperti mainan akan diberikan setelah anak anda membiasakan membersihkan kamarnya setiap hari.

5.   Mendidik anak menjadi teladan yang baik

Bila anak anda ingin memiliki pribadi yang baik sedangkan keluarganya tidak mendukung dengan kegiatan sehari hari ke arah teladan yang baik itu merupakan pekerjaan yang sia-sia. Sehingga untuk anda yang ingin mendidik anak untuk menjadi teladan yang baik harus dimulai dari anda dan keluarga yang terbaik. Berikan contoh kegiatan sehari-hari yang terbaik sehingga keteladan anak anda akan mencontoh perilaku anda. Contoh dalam kehidupan nyata adalah ketika anda melarang anak berbicara ketika makan sedangkan anda melakukan percakapan ketika makan, ini merupakan teladan yang buruk.
Read More
Pendidikan Anak SD

Pendidikan anak merupakan hal yang sangat urgen untuk kita perhatikan sebagai orang tua. Agar anak-anak yang menjadi generasi muda bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Memasuki milenium ke tiga Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menyiapkan masyarakat menuju era baru, yaitu globalisasi yang menyentuh semua aspek kehidupan. Dalam era global ini seakan dunia tanpa jarak. Komunikasi dan transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional dapat dilakukan sepanjang waktu. Demikian pula nanti ketika perdagangan bebas sudah diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja bersifat multi bangsa. Pada saat itu hanya bangsa yang unggullah yang anak mampu bersaing.

Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut UNESCO pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. klik disini

Memahami psikologi pendidikan anak sangat penting dilakukan oleh para orang tua dan guru. Dengan memahami psikologi pendidikan anak secara baik, orang tua dan guru dapat menerapkan metode-metode pendidikan yang sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan anak. Dengan demikian, hasil dari proses mendidik pun akan optimal.



Psikologi pendidikan anak berbeda-beda di setiap tahap usia. Psikologi pendidikan anak usia SD tentu saja berbeda dengan psikologi pendidikan anak usia dini ataupun anak-anak pada jenjang pendidikan di atas sekolah dasar. Untuk memahami psikologi pendidikan anak usia sekolah dasar, dapat mulai dengan memahami karaterisktik anak yang duduk di jenjang pendidikan dasar ini. Berikut ini adalah karateristik yang umum dimiliki anak-anak usia SD.

Senang bergerak
Berbeda dengan orang dewasa yang betah duduk berjam-jam, anak-anak usia SD lebih senang bergerak. Anak-anak usia ini dapat duduk dengan tenang maksimal sekitar 30 menit.

Senang bermain
Dunia anak memang dunia bermain yang penuh kegembiraan, demikian juga dengan anak-anak usia sekolah dasar, mereka masih sangat senang bermain. Apalagi anak-anak SD kelas rendah.

Senang melakukan sesuatu secara langsung
Ana-anak usia SD akan lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan guru jika ia dapat mempraktikkan sendiri secara langsung pelajaran tersebut.

Senang bekerja dalam kelompok
Pada usia SD, anak-anak mulai intens bersosialisi. Pergaulan dengan kelompok sebaya, akan membuat anak usia SD bisa belajar banyak hal, misalnya setia kawan, bekerja sama, dan bersaing secara sehat.

Dengan memahami karakteristik anak-anak usia sekolah dasar di atas, para guru dapat memahami psikologi pendidikan anak, yang pada akhirnya mampu memilih metode pembelajaran yang tepat untuk anak.

Sesuai dengan karakteristik anak-anak usia sekolah dasar di atas, berikut ini adalah beberapa model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak, yang dapat diterapkan oleh para guru.

Metode pendidikan yang memungkinkan anak untuk bergerak atau berpindah tempat.
Metode pembelajaran yang sarat dengan permainan-permainan.
Metode pembelajaran yang memberikan anak kesempatan untuk belajar atau bekerja secara kelompok.
Metode pembelajaran yang memberikan anak kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses belajar.

Read More
pendidikan anak sd

Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya maka sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan kebutuhan peserta didik. Adapun karakeristik dan kebutuhan peserta didik dibahas sebagai berikut:

Karakteristik pertama anak SD adalah senang bermain. Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan lebih – lebih untuk kelas rendah. Guru SD seyogyanya merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Guru hendaknya mengembangkan model pengajaran yang serius tapi santai. Penyusunan jadwal pelajaran hendaknya diselang saling antara mata pelajaran serius seperti IPA, Matematika, dengan pelajaran yang mengandung unsur permainan seperti pendidikan jasmani, atau Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).klik disini

Karakteristik yang kedua adalah senang bergerak, orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak. Menyuruh anak untuk duduk rapi untuk jangka waktu yang lama, dirasakan anak sebagai siksaan.

Karakteristik yang ketiga dari anak usia SD adalah anak senang bekerja dalam kelompok. Dari pergaulanya dengan kelompok sebaya, anak belajar aspek-aspek yang penting dalam proses sosialisasi, seperti: belajar memenuhi aturan-aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada diterimanya dilingkungan, belajar menerimanya tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), mempelajarai olah raga dan membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok, serta belajar keadilan dan demokrasi. Karakteristik ini membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok. Guru dapat meminta siswa untuk membentuk kelompok kecil dengan anggota 3-4 orang untuk mempelajari atau menyelesaikan suatu tugas secara kelompok.

Karakteristik yang keempat anak SD adalah senang merasakan atau melakukan/memperagakan sesuatu secara langsung. Ditunjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama. Berdasar pengalaman ini, siswa membentukkonsep-konsep tentang angka, ruang, waktu, fungsi-fungsi badan, pera jenis kelamin, moral, dan sebagainya. Bagi anak SD, penjelasan guru tentang materi pelajaran akan lebih dipahami jika anak melaksanakan sendiri, sama halnya dengan memberi contoh bagi orang dewasa. Dengan demikian guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh anak akan lebih memahami tentang arah mata angina, dengan cara membawa anak langsung keluar kelas, kemudian menunjuk langsung setiap arah angina, bahkan dengan sedikit menjulurkan lidah akan diketahui secara persis dari arah mana angina saat itu bertiup.

Di samping memperhatikan karakteristik anak usia SD, implikasi pendidikan dapat juga bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan SD dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya.

Tugas-tugas perkembangan yang bersumber dari kematangan fisik diantaranya adalah belajar berjalan, belajar melempar mengangkap dan menendang bola, belajar menerima jenis kelamin yang berbeda dengan dirinya,. Beberapa tugas pekembangan terutama bersumber dari kebudayaan seperti belajar membaca, menulis dan berhitung, belajar tanggung jawab sebagai warga negara. Sementara tugas-tugas perkembangan yang bersumber dari nilai-nlai kepribadian individu diantaranya memilih dan mempersiapkan untuk bekerja, memperoleh nilai filsafat dalam kehidupan.

Anak usia SD ditandai oleh tiga dorongan ke luar yang besar yaitu (1)kepercayaan anak untuk keluar rumah dan masuk dalam kelompok sebaya (2)kepercayaan anak memasuki dunia permainan dan kegiatan yang memperlukan keterampilan fisik, dan (3) kepercayaan mental untuk memasuki dunia konsep, logika, dan ligika dan simbolis dan komunikasi orang dewasa.

Dengan demikian pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri.
Read More
Previous PostPosting Lama Beranda